Habib Indra bin Kastari Al Attas lahir di Kendal 17 Oktober 1999, dibesarkan di keluarga sederhana dalam bimbingan kakeknya yaitu Habib Kastari Al Attas yang tidak lain adalah seorang ulama yang masih dalam keturunan ke 11 As Syaikh Maulana Maghribi Wonobodro. Dilahirkan dari pasangan Sayyid Sajidin Al Attas dan Syarifah Inayah Al Hadad 20 tahun silam di desa Pagerdawung kecamatan Ringinarum kabupaten Kendal Jawa Tengah.
Habib Indra kecil sebagaimana anak anak yang lainnya , ia mengaji kepada Habib Kastari yang tak lain adalah kakeknya selama beberapa tahun sebelum beliau meninggal pada tahun 2002, selanjutanya oleh ayahnya habib Indra kecil di pasrahkan kepada Al Ustadz Hamdan dan Al Ustdazah Musyarofah Al Hafidzoh yang masih satu desa denganya untuk belajar ilmu agama.
Pendidikan formal habib Indra yaitu di SD Pagerdawung kemudian melanjutkan ke SMP 2 Gemuh dan Melanjutkan ke tingkat selanjutnya di SMA 1 Cepiring, dalam perjalananya menuntut ilmu di SMA 1 Cepiring Habib Indra mempunyai inisiatif untuk memperdalam ilmu agamanya kemudian ia berguru kepada Ustd Nur Wakhid dan berlanjut ke Kyai Khasbi yang masih satu kampung denganya.
Merasa belum puas, pada tahun 2017 Habib Indra memutuskan untuk menimba ilmu ke KH Muhammad Mimbar Penanggulan yang kemudian di arahkan untuk mondok ke Ponpes Sunan Abinawa Penanggulan Pegandon Kendal asuhan KH Abdul Majid Malik dan Nyai Hj Isti Nadhiroh Al Hafdzoh.
Sesuai mandat dari kakeknya untuk nguri uri NU, habib Indra pernah menjabat sebagai Sekertaris PR IPNU desa Pagerdawung yang kemudian terpilih dan dikukuhkan menjadi Ketua PR IPNU desa Pagerdawung yang menang telak atas dua orang pesaingnya dalam pemilihan, belum puas sampai disitu habib Indra kembali ditunjuk sebagai Ketua Pers dan Jurnalistik PAC IPNU Ringinarum dan menjadi anggota Pers dan Jurnalistik PC NU Kendal.
Disamping itu Habib Indra mendirikan sebuah Paguyuban yang ia beri nama Paguyuban Cakra Buana, guna mewadahi pemuda pemudi di kab Kendal untuk mengantisipasi hal hal yang menyimpang karena menurutnya kondisi pemuda saat ini sangat memprihatinkan. Program dan Kontribusinya sangat banyak, dan bisa di cek segala aktifitas dan kegiatan paguyuban di google.
Tidak puas sampai disitu, habib Indra kembali mencari guru, kemudian ia bertemu dengan Abuya KH Nur Yasin Ahmad Pucakwangi Pageruyung Kendal, dan Ber Thoriqoh Atas Arahan KH Muhammad Winoto ke Habib Luthfi Pekalongan sebagai Mursyidnya.
Tidak sampai disitu, saat ini habib Indra sedang menuntut ilmu di ma'had tahfidz Al-Quran Riyadlus Syifa' asuhan Gus Syeif atau KH Ahmad Syaifullah.
Begitulah singkat perjalanan dan biografi Habib Indra Al-Attas, semoga kita semua dapat ter inspirasi dan bisa menjadi insan yang lebih baik lagi agar bisa berguna bagi Agama Nusa dan Bangsa, Aamiiin🙏

No comments:
Post a Comment